Pelajaran 2.1 sudah bahas baca tagihan PLN, pelajaran 2.2 PSH per kota. Sekarang gabungkan: berapa kWp panel yang kamu butuh sebenernya.
Formula sizing kWp residential
Formula intinya:
kWp panel = (kWh harian ÷ PSH ÷ derate) × target offset
Variabel:
- kWh harian dibutuhkan = tagihan PLN bulanan ÷ tarif per kWh ÷ 30 hari
- PSH = Peak Sun Hours kota kamu (4.0 sampai 5.5 untuk Indonesia, lihat pelajaran PSH)
- derate = system loss factor, residential typical 0.85 (untuk inverter loss + kabel + suhu + debu)
- target offset = persentase pemakaian yang mau di-cover panel. Default 1.0 (100%), realistis 0.5 sampai 0.7 (50-70%)
Worked example: rumah 2200 VA, tagihan Rp 1.2jt, Jakarta
Step 1: kWh harian.
1.200.000 ÷ 1.444 = 831 kWh/bulan
831 ÷ 30 = 27.7 kWh/hari
Step 2: kWp untuk offset 100%.
27.7 ÷ 4.6 (Jakarta PSH) = 6.0
6.0 ÷ 0.85 (derate) = 7.1 kWp
Step 3: cek batas kapasitas PLTS Atap.
R-1 2200 VA umumnya disetujui sampai 2.5 kWp (sub-1 kW efektif yang dibatasi PLN). 7.1 kWp ngga bakal di-approve.
Step 4: solusi praktis.
Pilih salah satu:
- A. Naik daya PLN dulu ke 3500 VA (kapasitas PLTS Atap kira-kira sampai 3.5 kWp) atau 5500 VA (sampai 5.5 kWp). Biaya naik daya bayar penyesuaian ke PLN, tapi unlock sistem yang lebih besar.
- B. Pasang sistem max yang disetujui (misal 2.5 kWp) dengan target offset 35% sampai 40%. Sisa kebutuhan tetap dari PLN normal.
- C. Pasang oversize tapi set zero export. Inverter dibatasi software supaya ngga ekspor. Tidak butuh izin PLTS Atap. Cocok kalau pemakaian siang besar.
Rekomendasi praktis: kalau tagihan Rp 1.2jt rutin dan mau optimasi BEP, naik daya ke 3500 atau 5500 VA dulu, lalu pasang 4 sampai 5 kWp. BEP 5 sampai 7 tahun, jauh lebih cepat dari sistem 2.5 kWp di tier 2200 VA.
Tabel referensi cepat per VA tier
Asumsi: target offset 60%, PSH 4.5 (Java rata-rata), derate 0.85.
| Daya PLN | Tarif/kWh | Tagihan range | kWh/bulan | kWh/hari | kWp rekomendasi | Sistem typical |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1300 VA | Rp 1.444 | 600rb-900rb | 415-625 | 14-21 | 1.5 sampai 2 kWp | 1.5 kWp |
| 2200 VA | Rp 1.444 | 1jt-1.8jt | 690-1250 | 23-42 | 2.5 sampai 4 kWp | 2.5 kWp (atau naik daya) |
| 3500 VA | Rp 1.699 | 1.5jt-2.5jt | 880-1470 | 30-50 | 2.5 sampai 4 kWp | 3 kWp |
| 5500 VA | Rp 1.699 | 2jt-4jt | 1180-2350 | 40-78 | 4 sampai 6 kWp | 5 kWp |
| 6600 VA+ | Rp 1.699 | 3jt+ | 1770+ | 60+ | 6 sampai 8 kWp | 6.5 kWp |
Catatan: angka kWp rekomendasi sudah factor batas kapasitas PLTS Atap typical PLN.
Faktor adjustment yang sering installer skip
Orientasi atap. Atap utara (optimal Indonesia) = 100%. Timur-barat = 92%, selatan = 85%. Adjust kWp dengan dibagi orientation factor.
Shading parsial. Kalau ada pohon atau bangunan tetangga ngeshading antara jam 9 pagi sampai 3 sore, drop 10 sampai 30%. Adjust dengan dibagi (1 - shading%).
Tilt angle atap. Atap datar (0 derajat) di Indonesia = 95 sampai 98%. Atap miring 15 derajat = 100%. Atap miring 30+ derajat (jarang di Indonesia) = 88 sampai 92%.
Pemakaian siang vs malam. Kalau kamu WFH atau ada penghuni siang, self-consumption tinggi, target offset bisa naik ke 70 sampai 80% efektif. Jika rumah kosong di siang hari, kelebihan listrik akan mengalir ke grid secara gratis (dihargai Rp 0), sehingga nilai keekonomian sistem turun drastis dan BEP melorot.
Degradasi panel (degradation rate). Panel tier-1 modern degrade 0.4 sampai 0.5% per tahun. Tahun 25 produksi turun ke ~85 sampai 88% nominal. Plan oversize 10% kalau peduli BEP tahun ke-15 ke atas.
Verifikasi via kalkulator + cross-check
Cara cepat verifikasi sizing yang installer kasih:
-
Pakai kalkulator Juragan Listrik. Input tagihan + daya PLN + kota. Output kWp + breakdown investasi + simulasi BEP. Compare ke quote installer kamu, kalau gap besar, tanyain installer alasannya.
-
Cross-check Global Solar Atlas.
api.globalsolaratlas.infokasih PSH dan estimasi yield per koordinat lat/lng. Cocokin dengan asumsi installer. -
Tanya 8 input ke installer. Berapa kWh harian asumsi, berapa PSH, berapa derate (PR), berapa target offset, orientasi + tilt + shading factor, dan brand panel + Wp per modul. Kalau installer ngga bisa jawab semua, itu warning sign.
Quote yang detail di 8 input di atas = installer yang serius. Quote vague = red flag, bahas detail di pelajaran baca quote installer.
kWp jadi jumlah panel
Setelah dapat angka kWp, konversi ke jumlah panel:
Jumlah panel = (kWp × 1000) ÷ Wp per modul
Wp per modul standar 2026:
- 540 Wp (paling umum)
- 580 Wp (high-efficiency mainstream)
- 600 Wp (premium)
Sistem 5 kWp pakai panel 540 Wp = 5000 ÷ 540 = 9.3 → round up ke 10 panel (atau down ke 9 panel kalau ruang atap mepet).
Kebutuhan luas atap:
- Panel 540 Wp standar = 2.2 × 1.1 m = 2.4 m² per modul
- Sistem 5 kWp dengan 10 panel = 24 m² minimum (ditambah spacing 10 sampai 20% buat akses maintenance + ventilasi belakang panel)
Jadi sistem 5 kWp realistis butuh ~30 m² atap usable (clear shading dan flashing).
Selanjutnya: sizing inverter dan baterai
Sistem panel surya bukan cuma kWp. Inverter dan (kalau hybrid) baterai harus di-size sesuai kWp panel dan profil pemakaian. Lanjut ke pelajaran sizing inverter dan pelajaran sizing baterai.
Mau langsung simulasi case kamu? Kalkulator panel surya input tagihan + daya PLN + kota, output kWp + inverter + opsional baterai dalam 30 detik. Tombol Diskusi via WhatsApp untuk konsultasi lanjutan.