PSH (Peak Sun Hours) adalah angka tunggal yang menentukan berapa banyak listrik bisa dihasilkan sistem panel surya kamu per hari. Pelajaran ini ngebahas apa itu PSH, kenapa beda per kota Indonesia, dan cara dipakai langsung di formula sizing.
Apa itu PSH
PSH (Peak Sun Hours) adalah cara nyederhanain irradiance harian (yang berubah-ubah sepanjang siang) jadi satu angka yang gampang dipakai di formula sizing.
Real-world: matahari pagi jam 7 baru produksi 200 W/m², peak siang jam 12 sampai 1300 W/m², sore jam 4 turun ke 400 W/m². Total area di bawah kurva ini = total energi per m² per hari.
PSH = total energi harian (kWh/m²/hari) ÷ 1 kW/m² (referensi standar).
Jadi kalau total energi harian 4.5 kWh/m², PSH = 4.5 jam. Artinya: kalau matahari "konstan" pada peak 1000 W/m² selama 4.5 jam (lalu mati), totalnya sama dengan irradiance real seharian.
PSH dipakai langsung di formula sizing panel:
kWp panel = kWh harian dibutuhkan ÷ PSH ÷ derate
Derate biasanya 0.85 sampai 0.90 untuk system loss (inverter, kabel, debu). Detail formula di pelajaran hitung kWp.
PSH per region Indonesia
Indonesia tropis dekat ekuator, PSH-nya cukup tinggi rata-rata 4.0 sampai 5.5. Beda per region tergantung iklim mikro:
Sumatra (Padang, Medan, Pekanbaru, Palembang). PSH 4.0 sampai 4.5. Cukup hujan dan kelembaban tinggi, banyak mendung sore. Sumatra Barat sedikit lebih rendah karena pegunungan.
Jabodetabek (Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok). PSH 4.5 sampai 4.7. Coastal lowland, panas konsisten, beberapa polusi udara di Jakarta sedikit reduce. Bekasi dan Tangerang sedikit lebih tinggi dari Jakarta core.
Bandung + Bogor + Sukabumi (Jawa Barat highlands). PSH 4.0 sampai 4.3. Pegunungan, lebih sering mendung dari pagi/sore. Bandung paling rendah di set kota Java karena 700+ meter elevasi.
Yogyakarta + Semarang + Solo. PSH 4.4 sampai 4.6. Tengah Java, pola cuaca variable.
Surabaya + Sidoarjo + Gresik + Malang. PSH 4.7 sampai 4.9. Jawa Timur lebih kering dan cerah dari Jawa Barat.
Bali (Denpasar, Ubud, Singaraja, Kuta, Nusa Dua). PSH 4.9 sampai 5.1. Kombinasi pulau kecil + pesisir + iklim tropis lembab tapi cerah.
Sulawesi (Makassar, Manado, Palu, Kendari, Gorontalo). PSH 4.7 sampai 5.0. Bagian timur Indonesia lebih cerah secara umum.
NTT + NTB (Kupang, Mataram, Sumbawa, Bima, Labuan Bajo). PSH 5.2 sampai 5.6. Tertinggi di Indonesia. Iklim semi-arid, musim kering panjang, langit cerah konsisten.
Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan). PSH 4.0 sampai 4.3. Hujan banyak, hutan tropis lembab.
Papua + Maluku. Variable, 4.0 sampai 5.0 tergantung lokasi pesisir vs interior.
Angka di atas dari Global Solar Atlas (Solargis, reference industri) untuk lokasi representatif tiap kota, rata-rata tahunan.
Sumber data PSH
Hindari angka PSH yang dikutip installer tanpa sumber. Gunakan reference resmi:
Global Solar Atlas (Solargis). api.globalsolaratlas.info/data/lta?loc=lat,lng kasih PSH spesifik per koordinat. Gratis tanpa daftar. Standard industri global.
NASA POWER Data Access Viewer. power.larc.nasa.gov. Multi-decade satellite data, gratis. Cross-check Solargis.
PVGIS (PV Geographic Information System). re.jrc.ec.europa.eu/pvg_tools. EU-funded, kasih PSH plus simulasi produksi panel berdasarkan tilt + orientasi. Lebih akurat untuk simulasi specific install.
Kalkulator Juragan Listrik sudah pre-populate PSH 385+ kota Indonesia dari Global Solar Atlas, jadi kamu tinggal pilih kota dan dapat angka langsung.
Faktor yang reduce PSH efektif kamu
PSH dari peta = upper bound, real-world output panel kamu lebih rendah. Faktor yang reduce:
Orientasi atap. Atap arah utara (optimal Indonesia) = 100%. Atap timur-barat split = 90 sampai 95%. Atap selatan = 85 sampai 90%.
Tilt angle. Indonesia ekuator, tilt 5 sampai 15 derajat optimal. Atap datar (0 derajat) = 95 sampai 98%. Tilt agresif 30 derajat = 90% (overdone).
Shading parsial. Pohon, gedung tetangga, antena, water tower. Shading 1 panel ketutup parsial bisa drop output string total 10 sampai 30% (efek bypass diode).
Suhu modul. Panel modern temperature coefficient -0.3 sampai -0.4% per °C di atas 25°C. Tropis Indonesia panel siang bisa 60-65°C, drop 12 sampai 16% dari STC. Sudah masuk derate standar.
Debu + kotoran. Drop 2 sampai 8% kalau ngga dibersihin 6+ bulan. Maintenance bersihin 2 sampai 4 kali per tahun cukup.
System loss (inverter, kabel, MPPT mismatch). Drop 5 sampai 8% gabungan. Inverter modern efisiensi 96 sampai 98%, kabel loss 1 sampai 2%, MPPT mismatch 1 sampai 3%.
Real-world derate gabungan biasanya 80 sampai 88% dari PSH peta. Itu yang dipakai sebagai PR (Performance Ratio) di formula sizing. Jakarta PSH 4.6 × PR 0.85 = 3.9 jam efektif.
Implikasi untuk kamu
PSH tinggi (NTT, Bali, Sulawesi). BEP lebih cepat. Sistem 5 kWp di Kupang produksi 30% lebih banyak dari Jakarta = saving 30% lebih besar = BEP 1 sampai 2 tahun lebih cepat.
PSH rendah (Bandung, Bogor). BEP molor sedikit. Tidak alasan untuk batal pasang, cuma simulasi BEP harus realistis. Tagihan tinggi compensate PSH rendah.
Mau cek PSH spesifik kota kamu? Gunakan kalkulator panel surya yang sudah include PSH per 385 kota dari Global Solar Atlas. Input kota kamu, kalkulator otomatis adjust formula sizing dengan PSH lokasi.
Lanjut ke pelajaran hitung kWp panel surya rumah buat lihat formula full pakai PSH yang udah kamu tahu.