KALKULATOR LENGKAP

Kalkulator panel surya: hitung buat rumah kamu.

Masukin situasi rumah kamu: kota, daya PLN, tagihan bulanan. Kami tunjukkan berapa persen rumah kamu bisa lepas dari PLN, ukuran sistem yang dibutuhkan, plus trajectory 25 tahun. Semua asumsi keliatan. Angka real nanti didiskusi via WA.

Yang dihitung kalkulator ini

Kalkulator panel surya rumah ini ngitung empat hal sekaligus: ukuran panel yang kamu butuhin (kWp), kapasitas inverter yang harus pasang (kW), kapasitas baterai untuk backup malam plus cover hari mendung (kWh), dan estimasi total investasi peralatan dalam Rupiah. Plus proyeksi 25 tahun perbandingan tagihan kamu dengan dan tanpa panel surya. Tujuan kalkulator: kasih kamu angka sizing yang masuk akal sebelum ngobrol sama installer manapun.

Cara kerjanya: engine ambil iradiasi (Peak Sun Hours / PSH) per kota dari Global Solar Atlas, kaliin dengan luas panel yang dibutuhin untuk cover persen pemakaian harian rumah kamu, terus cocokin sama daya PLN terpasang untuk size inverter (PLN VA + buffer 15%), dan kalkulasi kapasitas baterai berdasarkan pola pemakaian siang vs malam plus jumlah hari mendung yang mau dibackup. Harga peralatan dikalibrasi pakai data quote real lapangan dari instalator partner kita (~100 quote residensial Java-Bali Q2 2026), bukan tebakan retail price global.

Input yang paling pengaruh ke hasil: lokasi kota (PSH variasi 4.2 sampai 5.8 di Indonesia, langsung impact jumlah panel), daya PLN VA (size inverter), tagihan bulanan (proxy buat pemakaian harian kWh), cover % (target independence dari PLN: 50 sampai 80% sweet spot hemat, 100% bebas PLN bulan normal), dan pola siang vs malam (impact ukuran baterai). Hasil = estimasi sizing, bukan quote pasti. Angka real per rumah baru muncul setelah survey lapangan: orientasi atap, shading, struktur bangunan, dan kondisi PLN lokasi semua mempengaruhi angka final 10 sampai 15%.

Goal utama

Independent listrik dulu, hemat second.

Pasang PLTS goal utamanya bukan nge-hemat tarif, tapi ngelepas rumah kamu dari ketergantungan PLN: bebas dari kenaikan tarif tahunan, kontrol biaya listrik 25 tahun ke depan, anti-blackout. Hemat itu efek samping yang kebeli pas kamu udah independen. Karena Indonesia ga support exim ke PLN, baterai jadi WAJIB di setiap setup biar produksi siang ga kebuang dan malam tetap pakai listrik sendiri, bukan PLN.

Baseline rumah kamu

Pemakaian listrik

29,4 kWhper hari

(~883 kWh per bulan)

Berdasarkan tagihan Rp 1.500.000 per bulan di tarif R-1 3500 sampai 5500 VA (Rp 1.699,53 per kWh, PLN April 2026), rumah kamu konsumsi sekitar 29,4 kWh listrik tiap hari. Ini baseline yang kita pakai buat ngitung sisanya.

Goal utama: kontrol energi

Cover 70% kebutuhan kamu

70%bebas PLN

  • Panel cover sekitar 70% kebutuhan listrik kamu di siang hari
  • Pemakaian rumah 50% siang, 50% malam
  • Real savings ~70% dari tagihan, baterai capture surplus siang biar ga kebuang
  • Mode "hemat sambil semi-independent": tarif PLN naik dampaknya cuma ke sisa pemakaian, bukan total
  • Cocok kalau prioritas kamu turunin tagihan + tetep aman blackout via baterai

Konfigurasi sistem

Yang perlu dipasang di atap kamu

Produksi panel

20,7 kWhper hari

(~621 kWh per bulan, asumsi 4,5 jam matahari penuh)

  • Panel surya

    4,6 kWp

    ~8 modul 580 Wp

  • Inverter

    3,6 kW

    Hybrid-ready

  • Baterai

    10,24 kWh

    2 modul LiFePO4

  • Panel: Jinko Tiger Neo 580W N-type — 8 modul × 580 Wp = 4,6 kWp datasheet rating (~25 m² area atap)
  • Estimasi pakai datasheet rating panel; angka real lapangan bisa berbeda tergantung temperatur, soiling, kualitas instalasi
  • Inverter: Deye Deye 3,6kW 5kW Hybrid | 3600W , 5000W | Low Voltage Battery 3,6 kW Hybrid-ready, sized ke MAX dari (daya PLN 3500 VA) atau (panel 4,6 kWp ÷ DC:AC ratio max 1,3)
  • DC:AC actual = 1,28 (sehat di range 1,1 sampai 1,5)
  • Baterai: HinaESS Hi-5 (2 modul × 5,12 kWh = 10,24 kWh nominal LiFePO4)
  • Sized berdasarkan 50% pemakaian malam (cover 100% asumsi cuaca tidak mendung dan iridasi 4,5 jam, no over-sizing)
  • Makin dominan pemakaian malam, makin gede baterai (panel cuma produksi siang, malam time-shift dari baterai)

Harga peralatan (belum termasuk PPN + jasa pasang)

Estimasi investasi peralatan

Rp 67.950.000

Belum termasuk PPN 11% (Rp 7.474.500). Belum termasuk balance of system (mounting, cabling, proteksi) + jasa instalasi + komisioning.

Balik modal: ~6 tahun di tagihan kamu sekarang

Angka di atas khusus harga barang utama (panel + inverter + baterai). Balance of system, jasa instalasi, dan transport bervariasi per lokasi (kondisi atap, jarak panel ke meteran, akses lokasi remote), jadi lebih akurat dibahas pas survey lokasi. Kontak WhatsApp di bawah buat dapat estimasi lengkap rumah kamu.

Panel surya
8 modul × 580 Wp = 4,6 kWp
Rp 16.100.000
Inverter
Deye 3,6 kW Hybrid
Rp 18.450.000
Baterai
2 modul × 5,12 kWh = 10,24 kWh LiFePO4
Rp 33.400.000
Subtotal peralatan
Belum PPN + belum BoS + belum jasa pasang
Rp 67.950.000

Catatan: balance of system + instalasi tergantung kondisi atap, jarak panel ke meteran, akses lokasi (Java-Bali / Sumatra / Indonesia Timur), sertifikasi SLO PLN. Range BoS umum Rp 3 juta per kWp + Rp 10 juta fixed proteksi. Range jasa pasang Rp 2 juta per kWp. Angka pasti dihitung pas survey lokasi.

Sisa ketergantungan PLN

Tagihan PLN setelah panel nyala

Sebelum

Rp 1.500.000

100% PLN

Setelah

Rp 450.000

sisa dari PLN

  • Tagihan PLN turun ke Rp 450.000 per bulan
  • Panel cover 70%, baterai capture surplus siang biar dipakai malam
  • Tarif PLN tahun depan naik, tagihan kamu ikut naik tapi cuma di sisa pemakaian, bukan total
  • Kalau goal-nya bener-bener lepas dari PLN, naikin cover ke 100% (panel pas-pasan + baterai malam saja, no over-sizing)

Proyeksi 25 tahun

Tarif PLN naik. Tagihan kamu ga harus ikut.

Grafik ini total biaya listrik kumulatif 25 tahun. Garis merah: kalau kamu cuma pakai PLN, biaya tahunan terus numpuk + tarif naik 5% per tahun. Garis amber: kalau kamu pasang PLTS, mulai dari investasi peralatan Rp 75,4 jt di tahun 0 (belum termasuk BoS + jasa instalasi), lalu naik pelan dari sisa pemakaian PLN. Titik balik modal (tahun 2031) di mana garis amber turun di bawah garis merah. Hover tiap 2 tahun buat lihat detail per tahun + per bulan.

Total kumulatif tanpa PLTSTotal kumulatif dengan PLTS (mulai dari capex Rp 75,4 jt)

Setelah tahun 2031 (titik balik modal), setiap tahun lewat = tabungan bersih kamu vs skenario tanpa PLTS. Total selisih kumulatif di tahun 2050: Rp 482,4 jt bersih (sudah dipotong investasi awal).

Asumsi: tarif PLN naik 5% compound, panel derating 0,5% per tahun. Cover ≥100% punya baterai sized buat absorb derating, jadi residual stay 0. Cover <100% residual PLN naik bertahap karena drift. Investasi awal udah include PPN 11%.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales. Kalau profile rumah kamu belum cocok, kami bilang.

Estimasi konservatif berdasarkan iradiasi rata-rata Indonesia + tarif PLN April 2026. Angka real tergantung brand spesifik, orientasi atap, shading, dan kondisi PLN lokal kamu. Untuk perhitungan presisi, konsultasi via WA aja. Independence bertahap, bukan all-or-nothing: kita rekomendasi sizing yang fit, bukan yang paling besar.

Gimana cara kami hitung

Asumsi engine + istilah teknis. Buka tiap card kalau mau detail.

Tarif PLN naik 5% per tahun (compound).
Anticipating subsidy reform + carbon pricing pressure. Historic 2020 sampai 2025 rata-rata 3.5 sampai 4% per tahun untuk tier 1300 sampai 5500 VA non-subsidi; 5% adalah forward-looking konservatif untuk planning 25 tahun.
Iradiasi sesuai lokasi rumah kamu.
Pilih kota di input "Lokasi rumah" supaya hitungan akurat per region. Indonesia equatorial = semua region cocok solar; output panel ber-vary dari Bagus (Sumatera, Kalimantan, Java barat) sampai Sangat Bagus (Java timur, Bali, NTT, Sulawesi, NTB). Default kalau ga pilih kota = baseline Java. Peak Sun Hours (PSH) = ekuivalen jam radiasi penuh per hari. Hitungan pakai datasheet rating panel; real-world output bisa berbeda tergantung suhu, soiling, mounting, dan kualitas instalasi.
Modul 580 Wp tier-1 Grade-A (Jinko, Trina, LONGi).
Default panel spec. N-type 144-cell, garansi 25 tahun. Brand setara OK selama Bloomberg Tier-1 + warranty support Indonesia. Hitungan jumlah modul = ceil(panel_kwp × 1000 / 580).
Inverter sized ke daya PLN + buffer 15%.
Bukan ke kWp panel. Inverter harus serve max load rumah (= daya VA terpasang), terlepas dari panel kWp. Buffer 15% kover transient surge + degradation headroom. DC:AC ratio (panel kWp / inverter kW) bisa 1,1 sampai 1,5; clipping di noon kecil (<3% per tahun).
Panel derating 0,5% per tahun.
Panel tier-1 Bloomberg lose ~10 sampai 12% output over 25 tahun. Linear approximation. Cover ≥100% absorbs degradation via panel + battery headroom (chart: garis dengan PLTS stay flat). Cover <100%: residual PLN naik bertahap karena drift.
Cover % yang kamu pilih = independence target, bukan residual fixed.
Engine ga assume residual 10%. Kamu pilih 25/50/75/100/150/200%. Cover ≥100% = bebas total dari PLN bulan-bulan normal, sisa hari mendung pakai battery. Cover <100% = sebagian masih bayar PLN, sisanya dari panel.
Investasi pakai retail JL Q2 2026 + PPN 11%.
Panel tier-1 Rp 5.5jt/kWp + inverter hybrid Rp 3jt/kW + battery LFP Rp 5jt/kWh + BoS Rp 1.8jt/kWp + labor Rp 5jt flat + transport Java/Bali Rp 0. Sumber market triangulation Q2 2026, refresh quarterly. Angka presisi tergantung brand spesifik, mounting, orientasi atap nyata.
kWp (Kilowatt-peak)
Kapasitas maksimum panel di kondisi ideal. Sistem 2.5 kWp = 2500 watt peak output.
BEP (Break-even point)
Tahun di mana total savings sama dengan capex install. Setelah BEP, panel produces free electricity buat sisa life panel (~25 tahun).
Yield (Specific yield)
kWh listrik AC dihasilkan per kWp panel per hari (post inverter + cable + soiling loss). Indonesia rata-rata 3.0 sampai 3.7 tergantung lokasi + orientasi atap. Engine pakai baseline Java 3.1.
On-grid vs Hybrid
On-grid: panel connected ke PLN, tidak backup malam atau pas PLN mati. Hybrid: on-grid + battery backup, bisa nyala pas PLN trip. Juragan Listrik selalu rekomendasi hybrid (cover% kamu pilih sendiri); on-grid pure ga kita jual.

Asumsi Istilah teknis

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau mau spesifik buat rumah kamu, lanjut chat WA aja.

Seberapa akurat hasil kalkulator ini?
Ini estimasi sizing, bukan quote harga final. Hitungan pakai rata-rata: tarif PLN naik 5% per tahun, iradiasi (PSH) per kota dari Global Solar Atlas, retail equipment Q2 2026 + PPN 11%, panel modul 580 Wp tier-1. Yield panel pakai datasheet rating tanpa derate real-world (suhu modul, soiling, mounting kualitas). Angka final dari installer bisa berbeda 10 sampai 15% tergantung brand panel spesifik, orientasi atap, shading, dan kondisi pemasangan nyata. Buat angka presisi, lanjut chat WA setelah survei lapangan.
Apa itu PSH dan kenapa lokasi rumah penting?
PSH (Peak Sun Hours) = jumlah jam ekuivalen radiasi matahari penuh per hari di lokasi rumah kamu. Indonesia rata-rata 4.2 sampai 5.8 PSH. Java barat sampai Sumatera ~4.5, Bali 4.7, NTT 5.5, Kalkulator pakai data PSH per kota dari Global Solar Atlas (open dataset Solargis), bukan asumsi flat. Lokasi makin tinggi PSH-nya, makin sedikit panel yang dibutuhkan untuk produksi listrik yang sama. Makanya pilih kota di input "Lokasi rumah" supaya hitungan akurat per region.
Gimana yield panel dihitung?
Yield bulanan per kWp = PSH efektif × 30 hari. Contoh Java baseline 4.5 PSH × 30 = 135 kWh/bulan per kWp panel terpasang. Kupang dengan PSH 5.8 = 174 kWh/bulan per kWp. Engine pakai datasheet rating panel langsung; real-world output bisa lebih rendah karena suhu modul, soiling (debu dan polusi), dan mounting (orientasi atap, sudut tilt). Buat planning konservatif, sediakan margin 10 sampai 15% di sizing kamu, atau pakai cover% slightly above target independence.
Estimasi investasi peralatan dihitung dari mana?
Engine consume retail price per komponen yang udah kalibrasi pakai data quote real lapangan dari instalator partner kita: panel tier-1 Rp 5.5jt per kWp, inverter hybrid Rp 3jt per kW (Growatt < 3 kW, Luxpower 3 sampai 5 kW, Deye ≥ 5 kW), baterai LiFePO4 Rp 5jt per kWh. Subtotal yang ditampilkan = harga peralatan saja, BELUM termasuk PPN 11%, balance of system (mounting, kabel, proteksi, ~Rp 3jt/kWp), jasa instalasi (~Rp 2jt/kWp), dan komisioning. Total real lapangan biasanya 25 sampai 35% di atas subtotal peralatan.
Kapan sistem hybrid vs grid-tied vs off-grid yang pas?
Grid-tied (on-grid) tanpa baterai = panel doang, malam atau pas PLN mati ya gelap. Juragan Listrik ga jual ini. Hybrid = grid-tied plus baterai backup, masih connect PLN, bisa nyala pas PLN trip, kamu pilih cover% kebutuhan dari panel (default 70%). Off-grid = no PLN connection sama sekali, baterai kover full malam, cocok buat lokasi PLN ga sampai atau yang mau full independence. Default rekomendasi kami hybrid; off-grid kalau kondisi rumah ga ada PLN atau target full independence.
Kenapa baterai sized berbeda per pola pemakaian?
Slider "Pemakaian listrik dominan kapan?" (siang / seimbang / malam) langsung impact ukuran baterai. Pemakaian dominan malam = beban gede malam = baterai harus simpan listrik panel siang yang ga kepakai untuk dipakai malam = baterai gede. Pemakaian dominan siang (rumah aktif jam kerja, AC + WFH siang) = beban langsung pakai panel = baterai cukup kecil untuk buffer cuaca mendung saja. Engine hitung battery capacity berdasarkan night-usage fraction × cloudy days × daily_kwh.
Apa yang BELUM termasuk di estimasi ini?
Subtotal peralatan = panel + inverter + baterai. BELUM termasuk: PPN 11%, balance of system (mounting bracket, kabel DC/AC, MCB proteksi, surge protection, grounding, monitoring), jasa instalasi (tim teknisi partner kita ke lokasi, mounting panel, wiring, commissioning), transport equipment + tim ke lokasi (Java/Bali ~Rp 0, Sumatera/Indonesia Timur tergantung jarak), dan dokumen PLN (SLO certificate untuk hybrid grid-tied). Range total all-in biasanya Rp 15 sampai 18jt per kWp untuk hybrid Java-Bali. Angka exact dibahas pas survey.

Metodologi dan sumber data

Sumber iradiasi (PSH per kota). Engine pakai data Peak Sun Hours per kota dari Global Solar Atlas (Solargis, open dataset gratis, lookup per koordinat). Setiap kota di daftar input punya nilai PSH spesifik, bukan asumsi flat. Indonesia rata-rata 4.2 sampai 5.8 PSH; default Java baseline 4.5 PSH dipakai kalau kamu ga pilih kota.

Kalibrasi harga peralatan. Retail price per komponen (panel, inverter, baterai, balance of system, jasa instalasi) dikalibrasi pakai data quote real lapangan dari instalator partner kita di Java-Bali Q2 2026. Bukan tebakan harga retail global atau scrape e-commerce. Refresh tiap kuartal kalau partner update sheet pricing.

Engine matematika. Kalkulasi pakai pendekatan: yield bulanan = PSH × 30 hari × kWp panel (datasheet rating, no real-world derate); panel kWp = (kWh harian × cover%) / yield per kWp; inverter kW = PLN VA / 1000 × 1.15 buffer; battery kWh = night usage fraction × cloudy days × kWh harian / depth-of-discharge 0.8. Asumsi panel modul 580 Wp tier-1 (Jinko / Trina / LONGi / setara Bloomberg Tier-1).

Update frekuensi. Pricing peralatan refresh per kuartal seiring partner kita update field quote rates. Tarif PLN dipakai assumption naik 5% per tahun compound (forward-looking konservatif; historic 2020 sampai 2025 rata-rata 3.5 sampai 4% per tahun untuk tier 1300 sampai 5500 VA non-subsidi). Logic engine dan asumsi teknis di-review tiap kuartal.

Privasi: hitungan jalan di browser kamu.

Kami ga simpan input kalkulator kamu di server kami. Semua matematika compute di sisi browser. Lanjut diskusi via WhatsApp, kami kasih quote real per rumah kamu dalam 24 sampai 48 jam, gratis tanpa obligasi lanjut.

Hitung udah. Siap konsultasi?

Kami bahas angka spesifik + brand panel.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales.

Chat WhatsApp