KALKULATOR LENGKAP

Kalkulator panel surya: hitung buat rumah kamu.

Masukin situasi rumah kamu: kota, daya PLN, tagihan bulanan. Kami tunjukkan berapa persen rumah kamu bisa lepas dari PLN, ukuran sistem yang dibutuhkan, plus trajectory 25 tahun. Semua asumsi keliatan. Angka real nanti didiskusi via WA.

Goal utama

Independent listrik dulu, hemat second.

Pasang PLTS goal utamanya bukan nge-hemat tarif, tapi ngelepas rumah kamu dari ketergantungan PLN: bebas dari kenaikan tarif tahunan, kontrol biaya listrik 25 tahun ke depan, anti-blackout. Hemat itu efek samping yang kebeli pas kamu udah independen. Karena Indonesia ga support exim ke PLN, baterai jadi WAJIB di setiap setup biar produksi siang ga kebuang dan malam tetap pakai listrik sendiri, bukan PLN.

Baseline rumah kamu

Pemakaian listrik

34,6 kWhper hari

(~1038 kWh per bulan)

Berdasarkan tagihan Rp 1.500.000 per bulan di tarif R-1 1300 sampai 2200 VA (Rp 1.444,70 per kWh, PLN April 2026), rumah kamu konsumsi sekitar 34,6 kWh listrik tiap hari. Ini baseline yang kita pakai buat ngitung sisanya.

Goal utama: kontrol energi

Cover 75% kebutuhan kamu

75%bebas PLN

  • Panel cover sekitar 75% kebutuhan listrik kamu di siang hari
  • Pemakaian rumah 50% siang, 50% malam (default seimbang)
  • Real savings ~75% dari tagihan, baterai capture surplus siang biar ga kebuang
  • Mode "hemat sambil semi-independent": tarif PLN naik dampaknya cuma ke sisa pemakaian, bukan total
  • Cocok kalau prioritas kamu turunin tagihan + tetep aman blackout via baterai

Konfigurasi sistem

Yang perlu dipasang di atap kamu

Produksi panel

26,8 kWhper hari

(~804 kWh per bulan, asumsi 4,5 jam matahari penuh + PR 0,85)

  • Panel surya

    7 kWp

    ~12 modul 580 Wp

  • Inverter

    6 kW

    Hybrid-ready

  • Baterai

    11,2 kWh

    3 modul LiFePO4

  • 12 modul × 580 Wp = 7 kWp datasheet rating (sekitar 39 m² area atap)
  • Brand panel tier-1 Grade-A: Jinko, Trina, LONGi
  • Real-world output ~10% lebih rendah dari datasheet (temperature + soiling + cabling), sudah include di PR 0,85
  • Inverter 6 kW Hybrid-ready sized ke MAX dari (daya PLN 2200 VA × PF 0,9) atau (panel 7 kWp ÷ DC:AC ratio max 1,3)
  • DC:AC actual = 1,17 (sehat di range 1,1 sampai 1,5)
  • Brand inverter pilihan: Luxpower atau Deye
  • Baterai LiFePO4 11,2 kWh nominal (~3 modul 51.2V 100Ah, ~5,12 kWh per modul)
  • Sized berdasarkan 50% pemakaian malam × 1 hari autonomy
  • Makin tinggi night usage, makin gede baterai (panel cuma produksi siang, malam dari baterai)

Total satu kali

Investasi total

Rp 169.275.000

Estimasi total: panel + inverter + baterai (kalau ada) + balance of system + instalasi + transport + PPN 11%. Angka ini retail JL dengan asumsi paket lengkap, garansi standard 25 tahun panel + 10 tahun inverter. Angka real tergantung brand spesifik, kondisi atap nyata, dan jarak panel ke meteran. Dibahas detail pas konsultasi.

Balik modal: ~12,5 tahun di tagihan kamu sekarang

Sisa ketergantungan PLN

Tagihan PLN setelah panel nyala

Sebelum

Rp 1.500.000

100% PLN

Setelah

Rp 375.000

sisa dari PLN

  • Tagihan PLN turun ke Rp 375.000 per bulan
  • Panel cover 75%, baterai capture surplus siang biar dipakai malam
  • Tarif PLN tahun depan naik, tagihan kamu ikut naik tapi cuma di sisa pemakaian, bukan total
  • Kalau goal-nya bener-bener lepas dari PLN, naikin cover ke 100% (battery autonomy 1 hari)

Pertimbangan jujur

ROI lambat di 12,5 tahun, tapi independence-nya bener-bener kebeli

Balik modal 10 sampai 15 tahun masih dalam useful life sistem (panel garansi 25 tahun, baterai 10 tahun), tapi ROI murni-nya ga sekencang setup yang lebih kecil. Yang kebeli di sini: independence dari kenaikan tarif PLN + backup blackout (kalau ada baterai) + lock biaya listrik 25 tahun. Worth-nya kalau independence prioritasnya.

  • Cover 50 sampai 75% punya BEP terpendek (5 sampai 8 tahun) kalau prioritas kamu ROI
  • Kalau independence yang utama, setup ini bener: tarif PLN naik 25 tahun ke depan ga ngaruh ke kamu
  • Konsultasi WA buat finalize spek yang fit goal + budget kamu

Proyeksi 25 tahun

Tarif PLN naik. Tagihan kamu ga harus ikut.

Grafik ini total biaya listrik kumulatif 25 tahun. Garis merah: kalau kamu cuma pakai PLN, biaya tahunan terus numpuk + tarif naik 5% per tahun. Garis amber: kalau kamu pasang PLTS, mulai dari investasi awal Rp 169,3 jt di tahun 0, lalu naik pelan dari sisa pemakaian PLN. Titik balik modal (tahun 2036) di mana garis amber turun di bawah garis merah. Hover tiap 2 tahun buat lihat detail per tahun + per bulan.

Total kumulatif tanpa PLTSTotal kumulatif dengan PLTS (mulai dari capex Rp 169,3 jt)

Setelah tahun 2036 (titik balik modal), setiap tahun lewat = tabungan bersih kamu vs skenario tanpa PLTS. Total selisih kumulatif di tahun 2050: Rp 428,4 jt bersih (sudah dipotong investasi awal).

Asumsi: tarif PLN naik 5% compound, panel derating 0,5% per tahun. Cover ≥100% punya baterai sized buat absorb derating, jadi residual stay 0. Cover <100% residual PLN naik bertahap karena drift. Investasi awal udah include PPN 11%.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales. Kalau profile rumah kamu belum cocok, kami bilang.

Estimasi konservatif berdasarkan iradiasi rata-rata Indonesia + tarif PLN April 2026. Angka real tergantung brand spesifik, orientasi atap, shading, dan kondisi PLN lokal kamu. Untuk perhitungan presisi, konsultasi via WA aja. Independence bertahap, bukan all-or-nothing: kita rekomendasi sizing yang fit, bukan yang paling besar.

Gimana cara kami hitung

Asumsi engine + istilah teknis. Buka tiap card kalau mau detail.

Tarif PLN naik 5% per tahun (compound).
Anticipating subsidy reform + carbon pricing pressure. Historic 2020 sampai 2025 rata-rata 3.5 sampai 4% per tahun untuk tier 1300 sampai 5500 VA non-subsidi; 5% adalah forward-looking konservatif untuk planning 25 tahun.
Iradiasi 4,5 jam matahari penuh (PSH) per hari + PR 0,85.
Java baseline. Peak Sun Hours (PSH) = ekuivalen jam radiasi penuh per hari. Performance Ratio 0,85 bundling cable + soiling + inverter + temperature loss (IEC 61724). Output efektif ~3,8 kWh AC per kWp per hari atau ~115 kWh per kWp per bulan. Per-region lookup belum di v1, range Indonesia 4,0 sampai 5,5 PSH.
Modul 580 Wp tier-1 Grade-A (Jinko, Trina, LONGi).
Default panel spec. N-type 144-cell, garansi 25 tahun. Brand setara OK selama Bloomberg Tier-1 + warranty support Indonesia. Hitungan jumlah modul = ceil(panel_kwp × 1000 / 580).
Inverter sized ke daya PLN + buffer 15%.
Bukan ke kWp panel. Inverter harus serve max load rumah (= daya VA terpasang), terlepas dari panel kWp. Buffer 15% kover transient surge + degradation headroom. DC:AC ratio (panel kWp / inverter kW) bisa 1,1 sampai 1,5; clipping di noon kecil (<3% per tahun).
Panel derating 0,5% per tahun.
Panel tier-1 Bloomberg lose ~10 sampai 12% output over 25 tahun. Linear approximation. Cover ≥100% absorbs degradation via panel + battery headroom (chart: garis dengan PLTS stay flat). Cover <100%: residual PLN naik bertahap karena drift.
Cover % yang kamu pilih = independence target, bukan residual fixed.
Engine ga assume residual 10%. Kamu pilih 25/50/75/100/150/200%. Cover ≥100% = bebas total dari PLN bulan-bulan normal, sisa hari mendung pakai battery. Cover <100% = sebagian masih bayar PLN, sisanya dari panel.
Investasi pakai retail JL Q2 2026 + PPN 11%.
Panel tier-1 Rp 5.5jt/kWp + inverter hybrid Rp 3jt/kW + battery LFP Rp 5jt/kWh + BoS Rp 1.8jt/kWp + labor Rp 5jt flat + transport Java/Bali Rp 0. Sumber market triangulation Q2 2026, refresh quarterly. Angka presisi tergantung brand spesifik, mounting, orientasi atap nyata.
kWp (Kilowatt-peak)
Kapasitas maksimum panel di kondisi ideal. Sistem 2.5 kWp = 2500 watt peak output.
BEP (Break-even point)
Tahun di mana total savings sama dengan capex install. Setelah BEP, panel produces free electricity buat sisa life panel (~25 tahun).
Yield (Specific yield)
kWh listrik AC dihasilkan per kWp panel per hari (post inverter + cable + soiling loss). Indonesia rata-rata 3.0 sampai 3.7 tergantung lokasi + orientasi atap. Engine pakai baseline Java 3.1.
On-grid vs Hybrid
On-grid: panel connected ke PLN, tidak backup malam atau pas PLN mati. Hybrid: on-grid + battery backup, bisa nyala pas PLN trip. Juragan Listrik selalu rekomendasi hybrid (cover% kamu pilih sendiri); on-grid pure ga kita jual.

Asumsi Istilah teknis

Hitung udah. Siap konsultasi?

Kami bahas angka spesifik + brand panel.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales.

Chat WhatsApp