Bandung sejuk, AC jarang nyala, tagihan PLN ga segede Jaksel. Solar di Bandung kalau dilihat dari sisi hemat doang sebenernya marginal, mostly karena tagihan kamu udah relatif kecil. Tapi kalau yang kamu cari kontrol energi rumah jangka panjang (rumah residensial kamu ga harus ikut naik bareng tarif PLN, plus listrik produksi sendiri pas WFH), Bandung punya profile khas: iradiasi memang lebih rendah, tapi self-consumption siang tinggi karena banyak perumahan Dago, Setiabudi, sampai Antapani isinya WFH + home office, jadi % kebutuhan yang ditutup panel bisa lumayan tinggi.
TL;DR
- Independence level: panel 2.5 kWp di Bandung cover ~50 sampai 70% kebutuhan rumah 2200 VA tagihan Rp 1.2jt, tergantung pola WFH kamu.
- Harga rough: Rp 35 sampai 45jt buat 2.5 kWp. Rp 55 sampai 65jt buat 4 kWp.
- Bayar balik: 6 sampai 8 tahun di tagihan Rp 1 sampai 1.5jt per bulan.
- Iklim: iradiasi 4.3 kWh per m2 per hari (di bawah rata-rata Indonesia). Output nominal ~100 kWh per kWp per bulan. Konsep peak sun hours (PSH) breakdown lebih dalam soal kenapa output Bandung di bawah Surabaya / Bali.
- Profile paling cocok: WFH household, daya 2200 sampai 3500 VA, pemakaian siang dominan.
- Belum cocok kalau: kamu kerja kantoran 9 to 5 dengan pemakaian listrik malam dominan (cover turun jadi 40 sampai 50%).
Kenapa Bandung beda dari Jabodetabek atau Surabaya
Iradiasi: 4.3 kWh/m2/hari rata-rata tahun. Bandingkan Surabaya 5.2 dan Jaksel 4.8. Panel yang sama produksi ~15 sampai 20% lebih sedikit di Bandung.
Suhu atap: sejuk. Panel surya bekerja lebih efisien di suhu rendah (temperature coefficient -0.35% per C dari 25C). Di atap Bandung yang jarang kena 40C+ (dibanding Jakarta), panel performa real lebih konsisten dengan spec lab.
Pola pemakaian: kota WFH + student. Konsumsi siang tinggi (laptop, PC, AC sebentar tengah hari, kompor listrik lunch). Self-consumption rate bisa tinggi kalau kamu di rumah siang, which is the best case buat solar.
Harga panel surya Bandung
| Sistem | Tagihan cocok | Harga paket lengkap |
|---|---|---|
| 2 kWp on-grid | Rp 700k sampai 1jt | Rp 28 sampai 35jt |
| 2.5 kWp on-grid | Rp 1 sampai 1.5jt | Rp 35 sampai 45jt |
| 3.5 kWp on-grid | Rp 1.5 sampai 2jt | Rp 50 sampai 60jt |
| 5 kWp on-grid | Rp 2jt+ | Rp 60 sampai 75jt |
BEP rumah tipikal Bandung
Profile: rumah tapak 2200 VA di Setiabudi, tagihan Rp 1.2jt per bulan, WFH 1 orang full-time.
- Pasang 2.5 kWp, output bulanan ~275 kWh (lebih rendah dari Surabaya)
- Hemat per bulan (offset 70% karena self-consumption tinggi): ~Rp 390 ribu
- Investasi Rp 40jt, BEP ~8.5 tahun konservatif
- Kalau pemakaian siang kamu lebih agresif (AC + kompor listrik): BEP ~7 tahun
Kapan solar ga cocok buat kamu di Bandung
- Kamu kerja kantoran 9 to 5 luar rumah (self-consumption siang rendah, dan pasca Permen ESDM 2/2024 surplus ekspor ke PLN ga dapat kredit, BEP kepanjangan tanpa baterai).
- Tagihan PLN kamu < Rp 700k per bulan (Bandung bisa begini karena low AC usage).
- Atap rumah pegunungan dengan shading banyak (banyak area Bandung Utara begini).
Kalau kamu ga yakin profile kamu mana, chat aja. Kita bisa liat bill PLN 3 bulan terakhir dan kasih jawaban konkret.
Pertanyaan yang sering muncul
Worth it, tapi output panel sekitar 10 sampai 15% lebih rendah dari Surabaya atau Jaksel karena iradiasi Bandung ~4.3 kWh/m2/hari. Plus point: suhu atap sejuk bikin panel efficiency real lebih tinggi, jadi sebagian offset-nya balik.