KALKULATOR LENGKAP

Kalkulator panel surya: hitung buat rumah kamu.

Masukin situasi rumah kamu: kota, daya PLN, tagihan bulanan. Kami tunjukkan berapa persen rumah kamu bisa lepas dari PLN, ukuran sistem yang dibutuhkan, plus trajectory 25 tahun. Semua asumsi keliatan. Angka real nanti didiskusi via WA.

Goal utama

Independent listrik dulu, hemat second.

Pasang PLTS goal utamanya bukan nge-hemat tarif, tapi ngelepas rumah kamu dari ketergantungan PLN: bebas dari kenaikan tarif tahunan, kontrol biaya listrik 25 tahun ke depan, anti-blackout. Hemat itu efek samping yang kebeli pas kamu udah independen. Karena Indonesia ga support exim ke PLN, baterai jadi WAJIB di setiap setup biar produksi siang ga kebuang dan malam tetap pakai listrik sendiri, bukan PLN.

Baseline rumah kamu

Pemakaian listrik

29,4 kWhper hari

(~883 kWh per bulan)

Berdasarkan tagihan Rp 1.500.000 per bulan di tarif R-1 3500 sampai 5500 VA (Rp 1.699,53 per kWh, PLN April 2026), rumah kamu konsumsi sekitar 29,4 kWh listrik tiap hari. Ini baseline yang kita pakai buat ngitung sisanya.

Goal utama: kontrol energi

Cover 70% kebutuhan kamu

70%bebas PLN

  • Panel cover sekitar 70% kebutuhan listrik kamu di siang hari
  • Pemakaian rumah 50% siang, 50% malam
  • Real savings ~70% dari tagihan, baterai capture surplus siang biar ga kebuang
  • Mode "hemat sambil semi-independent": tarif PLN naik dampaknya cuma ke sisa pemakaian, bukan total
  • Cocok kalau prioritas kamu turunin tagihan + tetep aman blackout via baterai

Konfigurasi sistem

Yang perlu dipasang di atap kamu

Produksi panel

20,7 kWhper hari

(~621 kWh per bulan, asumsi 4,5 jam matahari penuh)

  • Panel surya

    4,6 kWp

    ~8 modul 580 Wp

  • Inverter

    3,6 kW

    Hybrid-ready

  • Baterai

    10,24 kWh

    2 modul LiFePO4

  • Panel: Jinko Tiger Neo 580W N-type — 8 modul × 580 Wp = 4,6 kWp datasheet rating (~25 m² area atap)
  • Estimasi pakai datasheet rating panel; angka real lapangan bisa berbeda tergantung temperatur, soiling, kualitas instalasi
  • Inverter: Deye Deye 3,6kW 5kW Hybrid | 3600W , 5000W | Low Voltage Battery 3,6 kW Hybrid-ready, sized ke MAX dari (daya PLN 3500 VA) atau (panel 4,6 kWp ÷ DC:AC ratio max 1,3)
  • DC:AC actual = 1,28 (sehat di range 1,1 sampai 1,5)
  • Baterai: HinaESS Hi-5 (2 modul × 5,12 kWh = 10,24 kWh nominal LiFePO4)
  • Sized berdasarkan 50% pemakaian malam (cover 100% asumsi cuaca tidak mendung dan iridasi 4,5 jam, no over-sizing)
  • Makin dominan pemakaian malam, makin gede baterai (panel cuma produksi siang, malam time-shift dari baterai)

Harga peralatan (belum termasuk PPN + jasa pasang)

Estimasi investasi peralatan

Rp 67.950.000

Belum termasuk PPN 11% (Rp 7.474.500). Belum termasuk balance of system (mounting, cabling, proteksi) + jasa instalasi + komisioning.

Balik modal: ~6 tahun di tagihan kamu sekarang

Angka di atas khusus harga barang utama (panel + inverter + baterai). Balance of system, jasa instalasi, dan transport bervariasi per lokasi (kondisi atap, jarak panel ke meteran, akses lokasi remote), jadi lebih akurat dibahas pas survey lokasi. Kontak WhatsApp di bawah buat dapat estimasi lengkap rumah kamu.

Panel surya
8 modul × 580 Wp = 4,6 kWp
Rp 16.100.000
Inverter
Deye 3,6 kW Hybrid
Rp 18.450.000
Baterai
2 modul × 5,12 kWh = 10,24 kWh LiFePO4
Rp 33.400.000
Subtotal peralatan
Belum PPN + belum BoS + belum jasa pasang
Rp 67.950.000

Catatan: balance of system + instalasi tergantung kondisi atap, jarak panel ke meteran, akses lokasi (Java-Bali / Sumatra / Indonesia Timur), sertifikasi SLO PLN. Range BoS umum Rp 3 juta per kWp + Rp 10 juta fixed proteksi. Range jasa pasang Rp 2 juta per kWp. Angka pasti dihitung pas survey lokasi.

Sisa ketergantungan PLN

Tagihan PLN setelah panel nyala

Sebelum

Rp 1.500.000

100% PLN

Setelah

Rp 450.000

sisa dari PLN

  • Tagihan PLN turun ke Rp 450.000 per bulan
  • Panel cover 70%, baterai capture surplus siang biar dipakai malam
  • Tarif PLN tahun depan naik, tagihan kamu ikut naik tapi cuma di sisa pemakaian, bukan total
  • Kalau goal-nya bener-bener lepas dari PLN, naikin cover ke 100% (panel pas-pasan + baterai malam saja, no over-sizing)

Proyeksi 25 tahun

Tarif PLN naik. Tagihan kamu ga harus ikut.

Grafik ini total biaya listrik kumulatif 25 tahun. Garis merah: kalau kamu cuma pakai PLN, biaya tahunan terus numpuk + tarif naik 5% per tahun. Garis amber: kalau kamu pasang PLTS, mulai dari investasi peralatan Rp 75,4 jt di tahun 0 (belum termasuk BoS + jasa instalasi), lalu naik pelan dari sisa pemakaian PLN. Titik balik modal (tahun 2031) di mana garis amber turun di bawah garis merah. Hover tiap 2 tahun buat lihat detail per tahun + per bulan.

Total kumulatif tanpa PLTSTotal kumulatif dengan PLTS (mulai dari capex Rp 75,4 jt)

Setelah tahun 2031 (titik balik modal), setiap tahun lewat = tabungan bersih kamu vs skenario tanpa PLTS. Total selisih kumulatif di tahun 2050: Rp 482,4 jt bersih (sudah dipotong investasi awal).

Asumsi: tarif PLN naik 5% compound, panel derating 0,5% per tahun. Cover ≥100% punya baterai sized buat absorb derating, jadi residual stay 0. Cover <100% residual PLN naik bertahap karena drift. Investasi awal udah include PPN 11%.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales. Kalau profile rumah kamu belum cocok, kami bilang.

Estimasi konservatif berdasarkan iradiasi rata-rata Indonesia + tarif PLN April 2026. Angka real tergantung brand spesifik, orientasi atap, shading, dan kondisi PLN lokal kamu. Untuk perhitungan presisi, konsultasi via WA aja. Independence bertahap, bukan all-or-nothing: kita rekomendasi sizing yang fit, bukan yang paling besar.

Gimana cara kami hitung

Asumsi engine + istilah teknis. Buka tiap card kalau mau detail.

Tarif PLN naik 5% per tahun (compound).
Anticipating subsidy reform + carbon pricing pressure. Historic 2020 sampai 2025 rata-rata 3.5 sampai 4% per tahun untuk tier 1300 sampai 5500 VA non-subsidi; 5% adalah forward-looking konservatif untuk planning 25 tahun.
Iradiasi sesuai lokasi rumah kamu.
Pilih kota di input "Lokasi rumah" supaya hitungan akurat per region. Indonesia equatorial = semua region cocok solar; output panel ber-vary dari Bagus (Sumatera, Kalimantan, Java barat) sampai Sangat Bagus (Java timur, Bali, NTT, Sulawesi, NTB). Default kalau ga pilih kota = baseline Java. Peak Sun Hours (PSH) = ekuivalen jam radiasi penuh per hari. Hitungan pakai datasheet rating panel; real-world output bisa berbeda tergantung suhu, soiling, mounting, dan kualitas instalasi.
Modul 580 Wp tier-1 Grade-A (Jinko, Trina, LONGi).
Default panel spec. N-type 144-cell, garansi 25 tahun. Brand setara OK selama Bloomberg Tier-1 + warranty support Indonesia. Hitungan jumlah modul = ceil(panel_kwp × 1000 / 580).
Inverter sized ke daya PLN + buffer 15%.
Bukan ke kWp panel. Inverter harus serve max load rumah (= daya VA terpasang), terlepas dari panel kWp. Buffer 15% kover transient surge + degradation headroom. DC:AC ratio (panel kWp / inverter kW) bisa 1,1 sampai 1,5; clipping di noon kecil (<3% per tahun).
Panel derating 0,5% per tahun.
Panel tier-1 Bloomberg lose ~10 sampai 12% output over 25 tahun. Linear approximation. Cover ≥100% absorbs degradation via panel + battery headroom (chart: garis dengan PLTS stay flat). Cover <100%: residual PLN naik bertahap karena drift.
Cover % yang kamu pilih = independence target, bukan residual fixed.
Engine ga assume residual 10%. Kamu pilih 25/50/75/100/150/200%. Cover ≥100% = bebas total dari PLN bulan-bulan normal, sisa hari mendung pakai battery. Cover <100% = sebagian masih bayar PLN, sisanya dari panel.
Investasi pakai retail JL Q2 2026 + PPN 11%.
Panel tier-1 Rp 5.5jt/kWp + inverter hybrid Rp 3jt/kW + battery LFP Rp 5jt/kWh + BoS Rp 1.8jt/kWp + labor Rp 5jt flat + transport Java/Bali Rp 0. Sumber market triangulation Q2 2026, refresh quarterly. Angka presisi tergantung brand spesifik, mounting, orientasi atap nyata.
kWp (Kilowatt-peak)
Kapasitas maksimum panel di kondisi ideal. Sistem 2.5 kWp = 2500 watt peak output.
BEP (Break-even point)
Tahun di mana total savings sama dengan capex install. Setelah BEP, panel produces free electricity buat sisa life panel (~25 tahun).
Yield (Specific yield)
kWh listrik AC dihasilkan per kWp panel per hari (post inverter + cable + soiling loss). Indonesia rata-rata 3.0 sampai 3.7 tergantung lokasi + orientasi atap. Engine pakai baseline Java 3.1.
On-grid vs Hybrid
On-grid: panel connected ke PLN, tidak backup malam atau pas PLN mati. Hybrid: on-grid + battery backup, bisa nyala pas PLN trip. Juragan Listrik selalu rekomendasi hybrid (cover% kamu pilih sendiri); on-grid pure ga kita jual.

Asumsi Istilah teknis

Hitung udah. Siap konsultasi?

Kami bahas angka spesifik + brand panel.

Fast respond. Gratis. Konsultan, bukan sales.

Chat WhatsApp